Tips Memilih Jurusan (Ala si Aku)
Bismillah..
Kali ini kita masuk ke pembahasan tipsnya yaa^^
[Check this out!]
"Tips 1" : Identifikasi apa cita-citamu
Dari kecil itu kita pasti udah sering banget ditanya, 'Kalau udah besar mau jadi apa?'. Daann.. Jawabannya pasti beragam, ada yang ingin jadi polisi, dokter, guru, dll. Kalau aku sih dulu pengen jadi pembalap sepeda eheheh.
Tapi semakin kesini mikir, apaan sih kok cita-citanya jadi pembalap sepeda😂
Sampai akhirnya, setelah galau-galauan aku nemu nih ternyata cita-cita aku adalah menjadi seorang guru. Lama banget perjalanan menemukan cita-cita tu, dari mulai pengen arsitek, kowad, sampai pembalap sepeda. Dan bermuara ingin jadi seorang guru. Next..
"Tips 2" : Identifikasi Minat dan Bakat
Ini juga tips yang penting nih buat menentukan jurusan kita! Kalau dulu ketika aku belum yakin sama cita-citaku, aku identifikasinya dengan..
Apa sih bakat aku?
Bakat duluan? Iya dong. Nah, bicara tentang bakat. Sebisa mungkin kita harus jujur sama diri sendiri. Kadang nih orang-orang itu gak mau mengakui bakatnya, 'aku gak bisa ini/aku gak bisa itu'. Gak mungkin. Pasti setiap orang dibekali bakat, hanya mungkin kita belum menyadarinya^^
Setelah merenung perihal bakat, biasanya aku flashback..
Oh iya.. Dulu aku pernah ikut lomba ini// Oh iya.. Dulu aku pernah ikut event ini dan jadi .......
Kemudian, setelah aku lihat dari pengalaman-pengalamanku, aku mendapati bahwa bakat aku ada pada bidang Pendidikan, bidang Public Speaking, dll. Misalnya.
Kalau udah ketemu aman.. Kalau belum? Tenang-tenang, mari kita lihat dari minat.
Apa sih minat aku?
Kalau identifikasi minat pasti mudah. Karna ini real apa sih yang kita suka. Ya kaaan? Kemudian, buat kolom antara minat dan bakat (atau boleh cukup dipikirkan).
Kenapa harus minat dan bakat yang diidentifikasi?
Ya. Karna kebanyakan diantara kita itu bingung kalau bicara tentang minat dan bakat, bahkan kita sering bilang "Kayanya gue gabisa apaapa deh". Nah nggak ya, ingat! Kita pasti dibekali sesuatu.
[Contoh]
Dulu, dari minat aku mengantungi 3 jurusan. Diantaranya, bimbingan dan konseling pendidikan masyarakat, dan psikologi. Memilih BK karna ada pengalaman tersendiri nih perihal BK, jadi dulu itu gemes banget sama anak-anak yang keseringan bolos (awalnya wkwk) sampe akhirnya ada keinginan pengen banget nyari tau alasannya untuk bisa pdkt sama mereka yang suka bolos dengan teknik-teknik yang seharusnya, kemudian memilih pendidikan masyarakat karna kebetulan suka aja gitu berkomunikasi dan bersosialiasi sama masyarakat, dan memilih psikologi karna kayanya seru nih mempelajari tentang perilaku manusia. Nah, itu yang aku dapat dari identifikasi minat.
Kemudian, dari identifikasi bakat aku mengantungi 2 jurusan. Pertama, jurusan komunikasi penyiaran islam, karna kebetulan selama aku tsanawiyyah dan mu'allimin itu sering berkegiatan yang berbau-bau komunikasi gitu. Alhamdulillah, selama kegiatan yang berdasarkan komunikasi itu aku ga merasa keberatan dengan kepercayaan diri dll. Jadi aku pikir okelah kalau memilih jurusan ini😊 Kedua, jurusan pendidikan bahasa Inggris. Memilih bahasa Inggris karna kebetulan suka banget sama mapel itu. Alhamdulillah juga ada beberapa pengalaman lomba dalam mapel itu (walaupun ga menang2 :))))) gapapa), setidaknya amanah mengikuti lomba itulah berarti ada bakat kita disana. Posthinknya begitu^^
"Tips 3" : Analisis pilihan jurusan tadi!
Analisis apa niii?? Harus banget di analisis?? Ko ribet?? Iya harus, dulu yang aku analisis diantaranya:
a. Peluang masuk
Tentunya sebelum masuk aku cari tau dulu peluang-peluang masuknya. Susah gak sih? Biasanya yang lolos lewat jalur apa? Darimana aja? Dll. Itu perlu.
b. Peluang kerja
Walaupun aku berpegang pada 'kuliah bukan berarti patokan kita dapet kerjaan yang lebih baik'. Tapi, yang aku maksud itu lebih ke 'Ok gak ya kalo perempuan masuk jurusan ini'.
Karna gini, dulu aku pernah minat masuk ke jurusan manper atau manbis gitu. Cuma ibu bilang, cari jurusan yang ketika kamu kerja tidak menghambat tugas kamu sebagai istri dan ibu nantinya. Setidaknya kalau guru, pekerjaannya ga akan nuntut kamu untuk pulang larut malam misalnya. Dan ilmunya pun bisa diturunkan lagi ke anak kita. Begitu katanya.
Di sisi lain alasan itu ga sepenuhnya salah, aku lebih menggarisbawahi 'setidaknya kita bisa menurunkan ilmu kita ke anak kata'. (Kalau di pendidikan kan kita belajar seputar mendidik, dll yang memang bisa kita terapkan kembali nantinya).
c. Kesulitan jurusan tersebut
Maksudnya adalah kita harus lihat nih kesulitan jurusan itu kaya gimana. Aku tahu semua jurusan/belajar itu gak ada yang gampang ya. Tapi gini, setelah kita tahu kesulitannya, kita bisa antisipasi nih biar bisa persiapan supaya nanti pas kita ada di jurusan itu kita bisa menyiasati kesulitan yang ada di jurusan tersebut. Misalnya, ternyata di jurusan yang kita pilih itu menuntut kita untuk jago public speakingnya. Nah bisa kan kita belajar dari jauh-jauh harinya supaya pas datang waktunya, kita ga harus pusing-pusing lagi.
d. Usaha apa yang harus digencarkan
Setelah lihat poin-poin di atas. Kali ini kita susun strategi nih, usaha apa yang harus kia gencarkan buat bisa dapetin jurusan itu. Jangan lupa rencanakan yaaa, bikin jadwal les dan jadwal belajar^^
"Tips 4" : Cari informasi!
Jangan lupa cari informasi sebanyak-banyaknya tentang jurusan yang kamu pilih. Cari tau sedetail mungkin. Kaya seberapa banyak peminatnya, ada di univ mana aja, akreditasi jurusannya di univ tsb, dll.
"Tips 5" : Tujuannya adalah Tholabul Ilmi dan untuk menjadi Khoirunnas Anfauhum Linnas
Di poin ini, yuk perbaiki lagi niat kita. Kuliah dimanapun, dengan jurusan apapun. Pastikan tujuannya untuk mencari ilmu, supaya kalau kita udah punya ilmu yang cukup kita bisa jadi Khoirunnas Anfauhum Linnas. Sesimple seperti, kalau kita punya ilmu, pasti kita pede kan kalau mau ngajak seseorang pada kebaikan? Kalo orang nanya, 'Apa coba dalilnya? Apa coba teorinya?' dan kita bisa jawab, pasti mereka percaya kaan. Dan tentu itu mempermudah kita dalam mengajak (pada kebaikan).
Dalam “Bab: Al-‘IImu qablal Qauli Wal ‘Amal, liqaulillah Ta’ala” [Lihat Shahih Bukhary (1 / 159-Al-Fath)]. Utamakanlah ilmu sebelum amal, artinya kita harus paham dulu ilmunya.
"Tips 6" : Perkuat Do'a dan Usaha, kemudian Tawakkal
Kalau udah usaha, pas nunggu hasil perkuat lagi do'anya. Jangan lupa serahin semuanya ke Allah SWT^^ manusia hanya bisa berencana, berusaha, dan berdo'a. Hasilnya, percayakan Allah yang aturnya. Karna pilihan-Nya adalah yang terbaik.
Sekian.. Tips memilih jurusan ala si aku, semoga bermanfaat. Next post tentang seputar 'Gimana sih kalo udah terlanjur salah jurusan?'. Naaah... Tunggu ajayaaa^^
[Semuanya based on pengalaman aku, dan alhamdulillah dari tips-tips di atas semua kerasa banget efeknya. Tetap ambil yang baiknya, dan buang yang buruknya yaaa]

Comments
Post a Comment